"Ya, PSSI sudah memenuhi permintaan saya. Saya senang sekali kita bisa selesaikan dengan baik-baik. Deal dengan Pak Farid (Rahman—wakil ketua umum PSSI) hari Rabu, dan hari ini sudah ditransfer ke account saya," tutur Pikal kepada detiksport, Jumat (9/9/2011).
PSSI mengakhiri kontrak Riedl dan Pikal pada 13 Juli, dengan alasan kontrak mereka tidak dengan organisasi melainkan dengan mantan Ketua Badan Tim Nasional, Nirwan Bakrie. Berbeda dengan Pikal, Riedl kabarnya meneruskan masalah ini ke FIFA, dan hingga kini belum diketahui bagaimana akhirnya.
Ditanya soal apa yang akan dilakukan setelah ini, Pikal mengatakan dirinya siap melanjutkan profesinya sebagai pelatih yang memiliki lisensi A dari AFC.
"Saya cari klub di Liga Indonesia. Sekarang belum ada tawaran. Saya juga punya lisensi B UEFA, sertifikat internasional KNVB (PSSI-nya Belanda). Sertifikat psychology soccer dari FA (Inggris), dan lain-lain," sambungnya.
Terkait tim nasional Indonesia, pria asal Austria yang satu dekade tinggal di bumi Nusantara -- dan menikahi wanita Indonesia -- mengaku punya sebuah keinginan, yaitu kembali menangani timnas senior.
"Saya yakin, suatu hari nanti akan kembali ke timnas, tapi hanya timnas senior. Saya sempat ditawari PSSI melatih tim U-16 atau U-19, tapi saya tidak tertarik," tukasnya.
Pikal menolak menjawab saat detiksport meminta komentarnya terkait isu buruknya hubungan antara pemain dengan pelatih Indonesia saat ini, Wim Rijsbergen. Seperti diberitakan banyak media, banyak pemain yang merasa tidak suka dengan gaya Rijsbergen karena menyalahkan dan memaki mereka di dressing room.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar